Beranda > Artikel > Membangun & Memelihara Sumber Pangan Sedunia

Membangun & Memelihara Sumber Pangan Sedunia

Oleh: T. Ngadiman

Ketika Gereja Katolik berbicara mengenai pangan, ada keprihatinan pada upaya secara berlanjut akan tersedianya pangan dan memelihara keutuhan ciptaan Tuhan. Allah menciptakan alam dan segala isinya adalah baik adanya (Kej 1:31). Manusia dengan akal dan budinya mampu membangun sumber pangan (Kej 1:26). Namun kondisi saat ini ada 1 dari 6 orang di dunia ini terancam kelaparan (Laporan World Food Summit 17 Nopember 2009).

Gereja Katolik mempelopori gerakan dan aksi solidaritas yang lebih nyata. Bapa Suci Paus Benediktus XVI dalam Ensinklik Caritas In Veritate (2010) menegaskan pembaharuan paham tentang “Option for the poor.” Dengan memberi­kan kesediaan orang Katolik untuk me­nyediakan miliknya bagi sesama yang kurang berada. Semua yang ada pada kita diberikan secara gratis, maka kita harus memberikan pula secara bebas pula, sebab semua datang karena cinta Allah.

Kelaparan adalah kondisi riil dari kemiskinan, yang merupakan dampak dari pembangunan yang tidak adil. Jika pem­bangunan ekonomi menyebabkan manusia kelaparan, berebut sumber pangan, bahkan dengan saling mem­bunuh, itu bukan pembangunan ekonomi. Sebab disitu hidup dan martabat manusia tidak dihargai. Nilai suatu model perkembangan ekonomi terletak pada penghargaan atas martabat manusia yang dihargai lebih dari pada modal dan alat produksi.

Bapa suci melihat juga kaitan erat antara sikap dasar ini dengan ekologi, yakni hormat terhadap segala yang hidup, bahkan pada seluruh alam semesta, karena seluruh kerusakan tata nilai dan pengabaian di atas telah mengakibatkan kerusakan alam ini. Cara hidup Yesus bersama para muridnya sangat meng­hargai kemandirian dan ketersediaan pangan.

Pangan adalah buah dari segala usaha manusia dan kemurahan Allah. Tanah, air dan danau dan sungai, biji/benih, ladang, gandum, kawanan domba, kebun anggur, pohon dan rantinng, ikan dan jala, dsb selalu menjadi warna khas seluruh perjalanan Yesus dalam menyampaikan pesan Allah dalam upaya penyelamatan hidup manusia. Yesus tidak hanya berbicara, tetapi berbuat dalam mewujud­kan penyelamatan dalam solidaritas diri kepada manusia. Puncak penyelamatan diawali perjamuan terakhir, dimana Yesus memberikan dirinya menjadi santapan abadi, merupakan perwujudan penebusan Allah bagi kehidupan manusia. Penebusan ini membawa pemulihan martabat manusia citra Allah. Untuk itu sikap dan tindakan kita terhadap pangan adalah memuliakan/ memelihara sumber pangan, upaya itu perlu dinyatakan dalam geraka bersama baik dalam berpikir, cara merasa dan cara bertindak kita.

Bagaimana Cara Menggerakkan

  1. Kembali kepada perutusan iman Kristiani kita, bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu baik adanya. Seperti halnya kerajaan surga di dunia ini. Setiap insan berkewajiban membangun dan memelihara keutuhan ciptaan-nya. Kerajaan surga seumpama harta yang terpendalm di ladang (Mat 13;44-46). Perlu usaha yang tekun untuk menemukannya dan digunakan untuk menyelamatkan orang lain yang berkekurangan.
  2. Tuhan Yesus memberikan ajaran untuk hidup dengan membangun persaudaraan, solidaritas, membangun kemampuan diri yang mereka miliki, dikumpulkan bersama dan untuk kepentingan sesama dengan peran serta Allah dalam hidup manusia.
  3. Secara sadar, bahwa dalam membangun kembali pangan bukan semata kita diajak berbicara tehnis, namun lebih dari itu, yakni secara spiritualitas moralitas membangun kesadaran bersama, pentingnya keutuhan ciptaan-Nya.
  4. Gerakan Pangan kita tidak berpokus pada gerakan tehnis mengenai pangan, namun gerakan kehidupan dengan pangan sebagai investasi yang menghidupi. Dengan demikian upaya kita membangun kehidupan pangan haruslah bermuara pada terwujudnya kesejahteraan bersama.
  5. Umat yang tergerak karena kasih perlu mengorganisasikan diri untuk memberikan pelayanan yang utuh dan berpartisipasi secararela untuk mewujudkan gerakan pangan dengan pengalaman masing-masing sebagai SDM yang memperkaya dan memperkuat gerakan puas yang bernafaskan ekologis. Tuhan memberkati.

 

Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan:

a. Membangun sumber pangan

–          Memanfaatkan pekarangan dengan bertanam sayuran, tabulompat dsb.

–          Menanam aneka  tanaman pangan; padi, jagung, ketela, ubi, sukun, dsb

–          Memelihra ternak ; itik, ayam, kambing sapi kelindi dan sebagainya.

–          Memelihara ikan untuk untuk meningkatkan gizi keluarga: lele, nila, gurami, belut dsb.

b. Memelihara kehidupan.

–          Menanam pohon untuik konservasi untuk lahan kritis, sengon, akasia, dsb.

–          Menerapkan sistem yang mencegah degradasi tanah, biopori, terasering dan sebagainya.

–          Menjaga dan memperbaiki sumber air bagi kehidupan.

–          Memanfaatkan sampah tumbuh-tumbuhan menjadi kompos.

c. Menghargai pangan

–          Mengolah pangan yang sehat, murah dan sesuai budaya lokal.

–          Mengkonsumsi makanan yang cukup, sehat dan bergizi

–          Memasukkan menu makanan lokal dalam pola keluarga.

–          Membeli hasil pertanian lokal, hasil usaha petani dalam negeri untuk memperkuat kedaulatan pangan.

–          Memberikan kelebihan kita kepada saudara-saudara yang berkekurangan pangan. Kita menjadi sumber pangan, seperti yesus adalah sumber pangan abadi.

d. Menggalang solidaritas

–          Menggalang gerakan bersama untuk perbaikan lingkungan melalui pertemuan dan ekaristi.

–          mengumpulkan kolekte HPS / koin peduli HPS

–          mengumpulkan sumbangan bahan pangan/aksi peduli pangan

–          aksi “Uang saku sehari untuk bantu teman yang lapar

–          aksi “100 rupiah’ selama seratus hari untuk peduli lingkungan

e. Pendidikan/penyadaran HPS

–          promosi pangan lokal dalam kehdiupan anak-anak sekolah/jajanan lokal yang sehat.

–          promosi cinta lingkungan hidup, kegiatan outbond pertanian ,dsb

–          pelatihan pertanian organik; membuat pupuk organik, obat-obatan pertanian organik, menanam padi dan sayuran organik, dsb

Sumber Panitia HPS 2010

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: