Beranda > Berita > Persiapan Hari Pangan Sedunia 2010 Paroki Sragen

Persiapan Hari Pangan Sedunia 2010 Paroki Sragen

Persiapan Perayaan Hari Pangan Sedunia Tahun 2010

Paroki St. Perawan Maria Di Fatima Di Sragen


Oleh: Romo Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr


SEJARAH HPS

Sejarah peringatan Hari Pangan Sedunia bermula dari konferensi Food and Agriculture Oganization (FAO) ke 20, bulan Nopember 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day (Hari Pangan Sedunia). Resolusi disepakati oleh 147 negara anggota FAO,  menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober  memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).  Perlu juga diketahui bahwa tanggal 16 Oktober adalah hari berdirinya FAO. Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional.

Hari Pangan Sedunia (HPS) atau World Food Day adalah satu momen di mana masyarakat dunia diajak untuk merefleksikan dan memperhatikan kembali kondisi pangan dunia. Di banyak tempat, khususnya di negara-negara sedang berkembang, ketersediaan pangan tidak mencukupi, sehingga masyarakatnya diancam bahaya kelaparan. Masyarakat dunia perlu disadarkan atas situasi ini sehingga diharapkan tumbuh kerjasama untuk memperbaiki kondisi ini; membantu mereka yang lapar, miskin dan yang tertindas.

KETERLIBATAN GEREJA

Kehadiran gerakan HPS dalam Gereja kita sudah berlangsung sejak tahun 1982. Gereja melibatkan diri dalam gerakan HPS  karena gerakan tersebut selaras dengan tugas perutusan Yesus yang terungkap dalam Perayaan Ekaristi. Kita semua tahu bahwa Perayaan Ekaristi adala pusat dan puncak perayaan iman serta perayaan syukur akan kenangan yang sekaligus penghadiran kembali Yesus yang menjadikan diri-Nya menjadi sumber makanan dan minuman, yang dilambangkan dalam rupa roti dan anggur bagi keselamatan umat manusia. Ekaristi bisa ditempatkan sebagai jiwa kemanusiaan untuk mengembangkan ketersediaan pangan yang menyejahterakan bagi semua orang. Dengan kata lain bagi kita spiritulitas HPS adalah spiritualitas ekaristi.

Pesan perutusan Yesus dalam Ekaristi sangat jelas dan tegas: menjadikan diri-Nya untuk dibagi-bagi dan menjadi makanan kehidupan bagi banyak orang. (bdk. doa persiapan konsekrasi).  Semakin tegas lagi Tuhan memberi perintah kepada kita untuk memberi makan kepada sesama, seperti yang ditulis dalam Injil: “Kamu harus memberi mereka makan.” (Mrk 6:37; Mat 14:16; Luk 9:13). Atas dasar spiritualitas HPS ini Gereja Katolik terpanggil dan mendorong umat dan masyarakat untuk menumbuhkan dan mengembangkan ketersediaan pangan yang berdaulat, berkeadilan dan berkelanjutan bagi kesejahteraan hidup manusia dan keutuhan ciptaan.

Dengan demikian keterlibatan Gereja Katolik dalam gerakan HPS bukan terutama persoalan teknis tetapi persoalan etis, moral bahkan iman. Gereja melibatkan diri lebih sebagai pendorong, penggerak dan  motivator (boleh juga dalam arti positif sebagai provokator, tukang “ngompori” atau penyebar “virus HPS”) bagi umat untuk mempunyai perhatian pada soal ketersediaan pangan dan membangun gerakan bersama dalam memastikan ketersediaan pangan yang bermutu.

Selain itu, dasar keterlibatan Gereja adalah keberpihakannya pada kaum miskin yang tidak bisa mendapatkan haknya atas pangan. Kita berharap dengan peringatan HPS ini kita sebagai Gereja dan bagian utuh dari masyarakat bisa semakin ikut andil dalam mengupayakan hak atas pangan bagi siapa pun juga, terlebih yang lemah, miskin dan tersingkir.

TEMA HPS

Badan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa FAO menetapkan tema HPS 16 Oktober 2010: “Feeding One Billion Hungry” (Memberi Makan Satu Milyar Orang Lapar).

Panitia HPS KWI memandang tema tersebut sebagai ajakan menggalang solidaritas masyarakat dunia yang membutuhkan waktu panjang. Tidak mungkin membantu memberi makanan hanya untuk sekali makan. Oleh karena itu KWI menetapkan tema besar untuk 3 tahun, “Menyelamatkan Pangan Untuk Semua”. Tema ini dijabarkan dalam sub tema tahunan:

Tahun 2010    : Membangun dan Memelihara Sumber Pangan

Tahun 2011     : Kamu Harus Memberi Mereka Makan

Tahun 2012     : Membangun Kecukupan Pangan Bagi Semua Orang

PILIHAN PERHATIAN

Paroki Sragen sebagai bagian dari Gereja Indonesia bahkan Gereja universal juga terpanggil untuk ikut serta terlibat dalam gerakan bersama untuk menyelamatkan pangan untuk semua. Dengan mengacu pada prinsip pokok keterlibatan Gereja terhadap gerakan HPS bukan terutama soal teknis tetapi soal etis, moral dan iman, maka paroki Sragen dalam merayaKan HPS lebih mengarah kepada gerakan menumbuhkan kesadaran umat terhadap pentingnya membangun dan memelihara sumber pangan. Gerakan ini akan diwujudkan dan disatukan dalam suatu perayaan iman yakni Ekaristi yang tidak lain adalah spiritualitas gerakan HPS.

HPS sebagai gerakan untuk melestarikan ketersediaan pangan tidak hanya mencakup pengertian tersedia pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses/membeli pangan dan tidak terjadi ketergantungan pangan pada pihak manapun. Dalam hal ini petani adalah produsen pangan dan petani sekaligus kelompok konsumen pangan terbesar. Maka konsep ketahanan pangan berkembang pada upaya mewujudkan kedaulatan pangan yakni keberdayaan petani atas hiudp dan kemandiriannya. Berdasarkan hal itu, Paroki Sragen akan memulai gerakan menyapa para petani dalam peringatan HPS tahun ini. Salah satu wujud dari sapaan kepada para petani adalah akan diadakannya perayaan liturgi yang menyentuh langsung kehidupan para petani. Hal ini dirasa relevan untuk kita karena wilayah kita Kabupaten Sragen ini adalah salah satu lumbung pangan bagi masyarakat Jateng yang tentunya banyak atau sedikitnya isilumbung sangat tergantung pada para petani. Kita ketahui juga bahwa sebagian besar mata pencaharian masyarakat Sragen adalah bertani (data BPS 2008: jumlah peduduk  871.951; sebagai petani:144.897). Demikian juga data yang dimiliki oleh paroki berdasarkan mata pencaharian, jumlah umat sebagai petani menempati urutan pertama, disusul guru dan karyawan (241; 191; 116).

RENCANA PELAKSANAAN

Sapaan terhadap para petani diwujudkan dalam:

I. Perayaan Liturgi diungkapkan pada:

  1. semua doa dan renungan bertema untuk para petani
  2. Ujud perayaan adalah syukur atas panen dan mohon berkat untuk masa tanam selanjutnya.
  3. persembahan dalam rupa hasil bumi
  4. pemberkatan benih-benih tanaman pangan, alat-alat pertanian dan ternak.
  5. dekorasi dengan suasana dunia pertanian

II. Kegiatan non liturgi:

1)      pesta rakyat dengan menu makanan organik/tradisional

2)      festival makanan tradisional

3)      kegiatan peduli lingkungan hidup

4)      sarasehan dengan tema-tema pertanian lestari atau lingkungan hidup

Kegiatan HPS  ini direncanakan dilaksanakan di masing-masing wilayah. Pertimbangannya adalah demi semakin menyentuh kepada kehidupan konkret para petani yang sebagian besar tinggal di wilayah luar kota. Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal misa wilayah sbb:

Untuk Tahun ini HPS (Hari Pangan Sedunia) 2010 Paroki Sragen dilaksanakan di Wilayah-wilayah

Misa HPS Wilayah Masaran, Bhs Indonesia

Minggu, 03 Oktober 2010 jam 12.00 WIB

Misa HPS Wilayah Tangen, Bhs Jawa

Sabtu, 09 Oktober 2010 jam 14.00 WIB

Misa HPS Wilayah Kota, Bhs Indonesia

Minggu, 10 Oktober 2010 jam 07.30 WIB

Misa HPS Wilayah Jenawi, Bhs Jawa

Sabtu, 16 Oktober 2010 jam 14.00 WIB

Misa HPS Wilayah Kedawung, Bhs Jawa

Minggu, 17 Oktober 2010 jam 07.30 WIB

Misa HPS Wilayah Tanon, Bhs Jawa

Minggu, 17 Oktober 2010 jam 08.00 WIB

Misa HPS Wilayah Sidoharjo di Gayam, Bhs Jawa

Jumat, 29 Oktober 2010 jam 15.00 WIB

Misa HPS Wilayah Gondang, Bhs Jawa

Sabtu, 30 Oktober 2010 jam 15.00 WIB

Catatan:

  • Dalam setiap Misa diadakan pemberkatan hasil panen, benih tanaman, hewan ternak dan alat-alat pertanian
  • Setelah Misa HPS di wilayah-wilayah, ada kegiatan non liturgi sesuai dengan rencana masing-masing wilayah (antara lain: Bazaar, Pesta Rakyat, Festival Makanan Tradisional dan Aneka Lomba yang berhubungan dengan Hari Pangan Sedunia)

Selain itu, Minggu, 03 Oktober 2010 jam 08.00 WIB di SMP Saverius ada Lomba untuk anak-anak OMK yakni LOMBA MAKANAN TRADISIONAL ORGANIK

Syarat / kriteria Lomba:

–          Bahan Dasar: singkong, ketela

–          Bisa dibuat kue atau makanan tradisional lainnya.

–          Harga bahan tidak lebih dari Rp. 25.000,-

–          Membawa peralatan sendiri dari rumah.

–          Pelaksanaan Lomba: Minggu, 03 Oktober 2010 jam 08.00 WIB Tempat: Halaman SMP Saverius Sragen

–          Tiap peserta membuat 25 buah untuk dimakan umat yang habis Misa (terlibat berbagi berkat) dikemas dalam pesta rakyat.

–          Yang disajikan untuk dinilai 5 buah.

Pelaksanaan dan bentuk kegiatan  diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing wilayah yang bersangkutan. Maka sangat disarankan untuk membentuk kepanitiaan. Dan sangat disarankan peringatan HPS ini juga melibatkan masyarakat setempat (desa atau padukuhan). Peringatan HPS ini juga disatukan dengan Pesta pelindung Paroki Sragen, St. Perawan Maria Fatima yang tepatnya jatuh pada tanggal 13 Oktober.

Beberapa Kegiatan Berkaitan dengan tema HPS KWI 2010 -2012

A. Membangun Sumber Pangan

  1. Memanfaatkan pekarangan dengan bertanam sayuran, tabulampot, dsb.
  2. Menanam aneka tanaman pangan
  3. Memelihara ternak
  4. Memelihara ikan untuk peningkatan gizi keluarga.
  5. Memelihara terumbu karang dan kawasan mangrove.

B. Memelihara Kehidupan:

  1. Menanam pohon untuk konsevasi lahan kristis.
  2. Menerapkan sistem yang mencegah degradasi air, biopori, terasering dsb.
  3. Menjaga dan memperbaiki sumber air.
  4. Memanfaatkan sampah menjadi kompos.
  5. Menjaga terumbu karang dan kawasan mangrove.

C.  Menghargai Pangan:

  1. Mengolah pangan yang sehat, murah dan sesuai budaya lokal.
  2. Mengkonsumsi makanan yang cukup, sehat dan bergizi.
  3. Memasukkan menu makanan lokal dalam ola makan keluarga.
  4. Membeli hasil pertanian lokal usaha petani dalam negeri.
  5. Memberikan kelebihan kita kepada mereka yang berkekurangan pangan.

D. Menggalang Solidaritas

  1. Mengumpulkan kolekte HPS/Koin peduli HPS.
  2. Mengumpulkan sumbangan bahan pangan.
  3. Aksi “Uang saku sehari untuk bantu teman yang lapar”.
  4. Aksi ‘100 rupiah selama 100 hari untuk peduli lingkungan”.

E. Pendidikan/Penyadaran HPS

  1. Promosi pangan lokal dalam kehidupan anak-anak sekolah.
  2. Promosi cinta lingkungan hidup.
  3. Pelatihan pertanian organik.
Kategori:Berita
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: