Arsip

Archive for Oktober 10, 2009

Ada Apa Dengan Hari Pangan Sedunia?

Oktober 10, 2009 Tinggalkan komentar

Oleh: Rm. Lambertus Issri Purnomo Murtyanto, Pr

segala yang hidup

Para pembaca yang terkasih, dalam satu bulan terakhir ini paroki Sragen disibukkan dengan persiapan peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirayakan pada tanggal 16 Oktober. Mungkin banyak diantara kita yang bertanya dalam hati, mengapa ada peringatan itu? Apa yang diperingati? Mengapa Gereja ikut merayakannya?

Sejarah peringatan Hari Pangan Sedunia bermula dari konferensi Food and Agriculture Oganization (FAO) ke 20, bulan Nopember 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day (Hari Pangan Sedunia). Resolusi disepakati oleh 147 negara anggota FAO, menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober mem¬peringati Hari Pangan Sedunia (HPS). Perlu juga diketahui bahwa tanggal 16 Oktober adalah hari ber-dirinya FAO. Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional.

Kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk bisa hidup. Tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut akan berdampak fatal bagi kelangsungan hidup seseorang. Bisa mengakibatkan kematian. Maka hak atas pangan menjadi bagian penting dari hak asasi manusia yang harus terpenuhi. Hal ini kiranya yang mendasari FAO membuat gerakan kepedulian terhadap pengadaan pangan. Gerakan ini dirasakan semakin mendesak untuk saat ini. Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, tidak diimbangi dengan peningkatan pangan bahkan ada kecenderungan menurun, akan mengakibatkan krisis pangan bagi penghuni bumi ini. Penurunan jumlah produksi pangan, terjadi karena laju pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian begitu tinggi. Hal ini bisa kita lihat langsung di tempat kita ini. Sawah yang dulu terbentang luas di sekitar kota Sragen ini, kini mulai dan terus berkurang, terdesak oleh kebutuhan tempat tinggal. Dan kita boleh yakin bahwa di suatu saat nanti jika tidak ada pengendalian yang serius soal ini, habis sudah lahan pertanian di kota kita ini.

Baca selengkapnya…

Iklan
Kategori:Artikel